Jumat, 31 Juli 2015

SOSIALISASI PENGELOLA BOS




SURAT TUGAS SOSIALISASI PENGELOLA BOS KEMENAG

Kepada Yth.
1. Pengawas Madrasah
2. Kepala MI
3. Kepala MTs
4. Kepala MA

Assalamu'alikum wr.wb

Disampaikan dengan hormat Berdasarkan Daftar 
Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Banyumas Nomor DIPA-025.04.2.417422/2015 tanggal 14 Nopember 2014, maka akan diselenggarakan Kegiatan Sosialisasi Penguatan Tenaga Pengelola BOS pada Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas pada : 


Hari / Tanggal : Selasa, 11 Agustus 2015
Tempat            : Hotel Aston Imperium Purwokerto
                         Jl. Overste Isdiman 33 Purwokerto

Demikian yang kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.


Wassalamu'alaikum wr.wb.

Minggu, 30 November 2014

Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia semenjak proklamasi kemerdekaan sering trjadi gangguan yang bertujuan memecah belah persatuan bangsa dan negara, namun Pancasila selalu menunjukan kekuatannya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia yaitu sejak sebelum lahirnya pancasila smapai berdirinya Pancasila hal ini telah dibuktikan oleh bangsa Indonesia sendiri sehingga Indonesia dapat merdeka dan setelah merdeka Indonesia pun menetapkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Dengan adanya pancasila sebagai dasar negara diharapkan bangsa Indonesia dapat semakin kokoh dan kuat sehingga tidak mudah untuk di tumbangkan dan berdiri tegak sejajar dengan negara-negara lain yang sudah merdeka.

Nah selanjutnya agar kita semua lebih memahami tentang Pancasila, seharusnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu dari lambang Pancasila, karna pada lambang Pancasila yang berlambangkan burung Garuda dari tiap-tiap komponen dari burung Garuda mempunyai arti masing-masing. Langsung saja arti dari simbol-simbol yang terdapat dalam burung Garuda sebagai berikut :
  1.  Jumlah bulu kecil yang terdapat di bawah perisal berjumlah 19 dan jumlah bulu kecil yang terdapat di leher berjumlah 45, nah ini berarti mempunya simbol sama dengan tahun Indonesia merdeka yaitu tahun 1945
  2.  Sayap pada lambang burung Garuda berjumlah 17 bulu, hal ini sama dengan tanggal Indonesia merdeka yaitu tanggal 17
  3.  Sementara ekor burung yang terdapat pada lambang Garuda berjumlah 8 hal ini sama dengan bulan dimana Indonesia merdeka
Nah teman-teman itu tadi di atas arti dari simbol bulu kecil di atas maupu di bawah perisai, sayap dan bulu ekor dari lambang burung garuda kalau disamakan dengan tanggal, bulan dan tahun Indonesia merdeka yaitu 17- 08 - 1945. 

Disamping itu pada lambang burung garuda terdapat perisai, dalam perisai atau tameng yang berjumlah lima yaitu :
  1.  Cahaya yang berbentuk bintang bersudut lima melambangkan Ketuhanan Yang Adil dan Beradab
  2.  Rantai bermata bulat dan persegi melambangkan dasar kemusiaan yang adil dan beradab
  3.  Pohon beringi melambangkan bahwa dasar persatuan Indonesia
  4.  Kepala banteng yaitu melambangkan bahwa tenaga rakyat dan menunjukan dasar kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5.  Padi dan kapas ( sandang dan pangan ) melambangkan tujuan kemakmuran bersama, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  6.  Garis melintang ditengah-tengah perisai melukiskan khatulistiwa. Hal ini menunjukan bahwa kepulauan Indonesia laksana ratna mulu manikan bertaburan di sekitar Khatulistiwa
Teman-teman itulah tadi telah dijelaskan sedikit tentang pancasila sebgai dasar negara, semoga dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca.amin

Jumat, 28 November 2014

Butir - Butir Pancasila

        Kembali lagi bersama blog jelajah indo ku, nah setelah kemarin telah di tuliskan tentang sejarah dari lahirnya Pancasila. Pada kesempatan ini saya akan menguraikan dari butir-butir yang terdapat dari masing-masing sila.

        Pada dasarnya Pancasila sebagai dasar negara memiliki nilai-nilai dalam kehidupan dan nilai-nilai yang dijabarkan dalam Pancasila ini merupakan dokrin Pancasila yang tertuang dalam pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila. Ada pun butir-butir Pancasila tersebut antara lain :

A.  Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
  1.  Takwa terhadap Tuhan Ynag Maha Esa
  2.  Taat melaksanakan ajaran agama sesuai dengan agama yang dianutnya
  3.  Menghormati umat beragama
B.  Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  1.  Menghargai martabat sesama manusia
  2.  Mengakui persamaan hak dan kewajiban
  3.  Saling mencintai sesama manusia
  4.  Mengembangkan sikap tenggang rasa
  5.  Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
  6.  Berani membela kebenaran dan keadilan
C.  Sila Persatuan Indonesia
  1.  Mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi atau golongan
  2.  Rela berkorban untuk kepentingan negara
  3.  Mengembangkan rasa cinta terhadap tanah air
  4.  Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa
D. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Dalam Permusyawaratan / Perwakilan
  1.  Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
  2.  Mengutamakan kekeluargaan untuk mencapai mufakat
  3.  Menghormati keputusan hasi dari musyawarah
  4.  Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi
  5.  Memberikan kepercaan kepada wakil-wakil yang dipercaya untuk musyawarah
E.  Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  1.  Mengembangkan sikap adil terhadap sesama 
  2.  Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
  3.  Menghormati hak orang lain
  4.  Suka memberi pertolongan kepada orang lain
  5.  Menghargai hasil karya orang lain
       Nah teman-teman itulah isi di atas yang telah anda baca merupakan dari buti-butir yang terdapat dalam Pancasila. Semoga setelah anda membaca tulisan di atas tersebut anda akan lebih paham tentang butir-butir yang terdapat dalam pancasila. Karna yang saya tahu kebanykan dari bangsa Indonesia khusunya rakyat Indonesia hanya bisa menghafal Pancasila tidak mengetahui butir-butir dari masing-masing sila, yang lebih memprihatinkan lagi banyak juga rakyat Indonesia yang belum hafal dari Pnacasila yang lima yang biasa disebutkan ketika upacara pada hari senin.
         Penulis berharap semoga artikel ini bermanfaat pagai para pembaca. amin

Kamis, 27 November 2014

Sejarah Lahirnya Pancasila di Indonesia


             Lahirnya pancasila dimulai sejak tahun 1942 setelah Jepang mengakhiri penjajahan Belanda di Indonesia. Kemudia tanggal 8 Maret 1942 di daerah Kalijati ( Jawa Barat), dan Belanda menyatakan menyerah  tanpa syarat kepada Jepang. Sejak saat itu pula dimulailah penjajahan Jepang di Indonesia.

           Setelah penjajahan Belanda berakhir, selanjutnya penjajahan di Indonesia digantikan oleh Jepang. Tidak disangka ternyata pada masa penjajahan itu para tentara Jepang lebih kejam dari pada tentara Belanda. Pada masa itu keadaan bangsa Indonesia sangat menderita baik lahir maupun batin. Disisi lain dengan keadaan yang demikian terpuruk itu malah menambah para pemuda rakyat Indonesia menjdi lebih semangat mengusir penjajah  dengan kata lain telah memupuk rasa persatuan di kalangan bangsa Indonesia.

           Sementara pada waktu itu keadaan politik dunia mengalami perubahan yang cepat. Antara tentara Jepang dan tentara Sekutu terlibat dalam Perang Pasifik. Sampai di tahun 1944 kedudukan Jepang di Perang Pasifik semakin terdesak. Sebagian wilayahnya di Indonesia  berhasil dikuasai oleh sekutu.

       Dalam situasi yang kurang menguntungkan pada pihak Jepang, akhirnya Jepang pun berusaha membujuk pemimpin-pemimpin Indonesia untuk bekerja sama melawan Sekutu. Sementara agar para pemimpin-pemimpin Indonesia mau bekerja sama dengan Jepang akhirnya Jepang pun menjanjikan kepada bangsa Indonesia yaitu berupa kemerdekaan. kepada bangsa Indonesia di kemudian hari. Dan kantor-kantor pun diperbolehkan mengibarkan bendera merah putih tapi dengan syarat berdampingan dengan bendera Jepang. Selanjutnya Bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi, kedudukan pegawai tinggi banyak dijabat oleh bangsa Indonesia. Begitulah usaha Jepang untuk menarik hati bangsa Indonesia. 

       Situasai yang sangat menguntungkan Bangsa Indonesia ini tidak disia-siakan bangsa Indonesia untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Hal ini dilakukan agar bangsa Indonesia dapat merdeka. Karna Bangsa Indonesia tidak ingin kemerdekaanya merupakan hasil pemberian Jepang.

         Kemudian agar benar-benar Bangsa Indonesia benar-benar percaya terhapa perjanjian yang dibuat Jepang, akhirnya Jepang pun membentuk Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI ). Badan ini diresmikan pada 28 Mei 1945. Badan ini bertugas mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia. BPUPKI kemudian melakukan sidang pada tanggal 29 Mei 1945 - 1 Juni  1945. Pada sidang tersebut yang menjadi pusat perhatian yaitu tentang perumusan dasar negara Indonesia. Dasar negara Indonesia itulah yang kemudian dikenal degan nama Pancasila.
 
      Selanjutnya pada sidang yang brtpatang tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhammad Yamin mengusulkan lima dasar negara Indonesia. kelima dasar yang diusulkan yaitu sebagai berikut :
  1.  Peri Kebangsaan 
  2.  Peri Kemanusiaan
  3.  Peri Ketuhanan
  4.  Peri Kerakyatan
  5.  Kesejahteraan Rakyat
         Pada sidang tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Supomo mengusulkan lima dasar negara Indonesia. Usulan tersebut antara lain yaitu :
  1.  Persatuan 
  2.  Kekeluargaan 
  3.  Mufakat dan Demokrasi
  4.  Musyawarah 
  5. Keadilan Sosial
          Pada sidang tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarna mengusulkan lima dasar negara Indonsia. Beliau memberi nama dasar negara Indonesia dengan nama Pancasila. Kelima rancangan dasar negara Indonesia yang diajukan tersebut berbunyi 
  1.  Kebangsaan Indonesia
  2.  Internasionalisme atau perikemanusiaan
  3.  Mufakat dan Demokrasi 
  4.  Kesejahteraan Sosial
  5.  Ketuhanan Yang Maha Esa
       Nah hasil sidang pada tanggal 1 Juni 1945 itu diterima oleh BPUPKI  tetapi dengan beberapa usulan perbaikan dari anggota sidang. Dan peristiwa ini kemudian ditetapkan menjadi hari lahirnya Pancasila. Sementara Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia ke-4. Urutan sila-sila dalam Pancasila tersebut adalah sebagai berikut :
  1.  Ketuhanan Yang Maha Esa
  2.  Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3.  Persatuan Indonesia
  4.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan  / perwakilan
  5.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jumat, 21 November 2014

TANDA NOMOR KENDARAAN BERMOTOR DI INDONESIA

Pada dasarnya tanda nomor kendaraan difungsikan sebagai tanda untuk mengetahui daerah kendaraan tersebut di keluarkan. Dengan adanya tanda nomor kendaraan diharapkan dapat membantu sipemilik mengenali motor miliknya sendiri. 

Nah pada kesempatan ini pada blog jelajah indo ini akan menyajikan tanda-tanda nomor kendaraan bermotor khususnya di Indonesia, dengan disajikannya artikel ini diharapkan dapat memudahkan para pembacaa yang ingin mengetahui dan ingin menghafalnya sehingga dengan mengetahinya anda akan lebih mudah mengenali kendaraan tersebut berasal dari daerah mana.


  1.  Tanda A          :    Banten
  2.  Tanda B           :   DKI Jakarta
  3.  Tanda D           :   Bandung
  4.  Tanda E           :   Cirebon
  5.  Tanda F           :    Bogor
  6.  Tanda G          :     Pekalongan
  7.  Tanda H          :     Semarang
  8.  Tanda K          :     Pati
  9.  Tanda L           :     Surabaya
  10.  Tanda M         :     Madura 
  11.  Tanda N          :     Malang
  12.  Tanda P           :     Besuki
  13.  Tanda R           :     Banyumas
  14.  Tanda S           :     Bojonegoro
  15.  Tanda T           :     Kerawang
  16.  Tanda AA       :     Kedu
  17.  Tanda AB        :     DI Yogyakarta
  18.  Tanda AD       :     Surakarta
  19.  Tanda AE        :     Madiun
  20.  Tanda AG        :     Kediri
  21.  Tanda BA        :     Sumatra Barat
  22.  Tanda BB         :     Sumatra Utara
  23.  Tanda BD         :     Bengkulu
  24.  Tanda BE          :     Lampung
  25.  Tanda BG         :    Sumatra Selatan
  26.  Tanda BH        :     Jambi
  27.  Tanda BK        :     Sumatra Timur
  28.  Tanda BL        :     DI Aceh
  29.  Tanda BM       :     Riau
  30.  Tanda BN        :     Bangka
  31.  Tanda CC        :     Korp Konsul
  32.  Tanda CD       :     Korp Diplomatik
  33.  Tanda DA      :     Kalimantang Selatan
  34.  Tanda DB       :     Minahasa
  35.  Tanda DD       :     Sulawesi Selatan
  36.  Tanda DE        :     Maluku Selatan
  37.  Tanda DG       :      Maluku Utara
  38.  Tanda DH       :      Maluku Timur
  39.  Tanda DK       :      Bali
  40.  Tanda DL        :      Sangihe - Talaud
  41.  Tanda DM      :      Sulawesi Utara
  42.  Tanda DN       :      Sulawesi Tengah
  43.  Tanda DR       :      Lombok
  44.  Tanda DS       :      Irian Jaya
  45.  Tanda Ea        :      Sumbawa
  46.  Tanda EB       :      Flores
  47.  Tanda ED      :       Sumba
  48.  Tanda KB      :       Kalimantan Barat
  49.  Tanda KT      :       Klimnatan Timur
  50.  Tanda  W      :       Sidoarjo  ( Jatim )
  51.  Tanda Z        :       Sumedang ( Jabar )