Kamis, 27 November 2014

Sejarah Lahirnya Pancasila di Indonesia


             Lahirnya pancasila dimulai sejak tahun 1942 setelah Jepang mengakhiri penjajahan Belanda di Indonesia. Kemudia tanggal 8 Maret 1942 di daerah Kalijati ( Jawa Barat), dan Belanda menyatakan menyerah  tanpa syarat kepada Jepang. Sejak saat itu pula dimulailah penjajahan Jepang di Indonesia.

           Setelah penjajahan Belanda berakhir, selanjutnya penjajahan di Indonesia digantikan oleh Jepang. Tidak disangka ternyata pada masa penjajahan itu para tentara Jepang lebih kejam dari pada tentara Belanda. Pada masa itu keadaan bangsa Indonesia sangat menderita baik lahir maupun batin. Disisi lain dengan keadaan yang demikian terpuruk itu malah menambah para pemuda rakyat Indonesia menjdi lebih semangat mengusir penjajah  dengan kata lain telah memupuk rasa persatuan di kalangan bangsa Indonesia.

           Sementara pada waktu itu keadaan politik dunia mengalami perubahan yang cepat. Antara tentara Jepang dan tentara Sekutu terlibat dalam Perang Pasifik. Sampai di tahun 1944 kedudukan Jepang di Perang Pasifik semakin terdesak. Sebagian wilayahnya di Indonesia  berhasil dikuasai oleh sekutu.

       Dalam situasi yang kurang menguntungkan pada pihak Jepang, akhirnya Jepang pun berusaha membujuk pemimpin-pemimpin Indonesia untuk bekerja sama melawan Sekutu. Sementara agar para pemimpin-pemimpin Indonesia mau bekerja sama dengan Jepang akhirnya Jepang pun menjanjikan kepada bangsa Indonesia yaitu berupa kemerdekaan. kepada bangsa Indonesia di kemudian hari. Dan kantor-kantor pun diperbolehkan mengibarkan bendera merah putih tapi dengan syarat berdampingan dengan bendera Jepang. Selanjutnya Bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi, kedudukan pegawai tinggi banyak dijabat oleh bangsa Indonesia. Begitulah usaha Jepang untuk menarik hati bangsa Indonesia. 

       Situasai yang sangat menguntungkan Bangsa Indonesia ini tidak disia-siakan bangsa Indonesia untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Hal ini dilakukan agar bangsa Indonesia dapat merdeka. Karna Bangsa Indonesia tidak ingin kemerdekaanya merupakan hasil pemberian Jepang.

         Kemudian agar benar-benar Bangsa Indonesia benar-benar percaya terhapa perjanjian yang dibuat Jepang, akhirnya Jepang pun membentuk Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI ). Badan ini diresmikan pada 28 Mei 1945. Badan ini bertugas mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia. BPUPKI kemudian melakukan sidang pada tanggal 29 Mei 1945 - 1 Juni  1945. Pada sidang tersebut yang menjadi pusat perhatian yaitu tentang perumusan dasar negara Indonesia. Dasar negara Indonesia itulah yang kemudian dikenal degan nama Pancasila.
 
      Selanjutnya pada sidang yang brtpatang tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhammad Yamin mengusulkan lima dasar negara Indonesia. kelima dasar yang diusulkan yaitu sebagai berikut :
  1.  Peri Kebangsaan 
  2.  Peri Kemanusiaan
  3.  Peri Ketuhanan
  4.  Peri Kerakyatan
  5.  Kesejahteraan Rakyat
         Pada sidang tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Supomo mengusulkan lima dasar negara Indonesia. Usulan tersebut antara lain yaitu :
  1.  Persatuan 
  2.  Kekeluargaan 
  3.  Mufakat dan Demokrasi
  4.  Musyawarah 
  5. Keadilan Sosial
          Pada sidang tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarna mengusulkan lima dasar negara Indonsia. Beliau memberi nama dasar negara Indonesia dengan nama Pancasila. Kelima rancangan dasar negara Indonesia yang diajukan tersebut berbunyi 
  1.  Kebangsaan Indonesia
  2.  Internasionalisme atau perikemanusiaan
  3.  Mufakat dan Demokrasi 
  4.  Kesejahteraan Sosial
  5.  Ketuhanan Yang Maha Esa
       Nah hasil sidang pada tanggal 1 Juni 1945 itu diterima oleh BPUPKI  tetapi dengan beberapa usulan perbaikan dari anggota sidang. Dan peristiwa ini kemudian ditetapkan menjadi hari lahirnya Pancasila. Sementara Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia ke-4. Urutan sila-sila dalam Pancasila tersebut adalah sebagai berikut :
  1.  Ketuhanan Yang Maha Esa
  2.  Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3.  Persatuan Indonesia
  4.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan  / perwakilan
  5.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar